Memori "Gli Azzurri" di Semifinal Piala Eropa
Akan tetapi, kini lawan di depan mata bukanlah tim kacangan, yakni Jerman. Meski demikian, cukup wajar jika Andrea Pirlo dan kawan-kawan berharap besar dalam laga semifinal kali ini. Apalagi, sejarah panjang pertemuan kedua belah tim berpihak kepada Italia.
Berikut tiga momen terbaik Italia dalam babak semifinal sepanjang keikutsertaannya di Piala Eropa, seperti dilansir situs resmi UEFA:
Piala Eropa 1968
Italia 0-0 Uni Soviet (Italia menang undian koin) di Naples, Italia
Turnamen pada tahun ini mungkin menjadi salah satu semifinal yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh rakyat Italia. Bagaimana tidak, bertemu dengan salah satu kekuatan Eropa saat itu, Uni Soviet, Italia, pemenang laga semifinal ini harus ditentukan oleh pengundian koin.
"Pada masa itu, tidak ada ketentuan adu penalti setelah perpanjangan waktu. Pertandingan harus ditentukan oleh lemparan koin. Dalam olahraga, orang tidak dapat berbicara banyak tentang kemenangan besar jika menang melalui undian koin. Tetapi, Italia bermain dengan kerja keras dengan 10 pemain setelah pemain mengalami cedera. Pada masa itu, pergantian pemain karena cedera, tidak termasuk dalam regulasi. Salah satu pemain kami pun sempat menderita keram parah pada babak perpanjang waktu, jadi kami menyelesaikan babak itu dengan sembilan setengah pemain,"
"Jadi, saya pikir adalah cukup adil jika Italia dapat memenangkan undian koin itu. Ketika itu wasit mengeluarkan sebuah koin tua, dan saya memilih sisi ekor. Dan itu adalah pilihan yang tepat dan Italia melaju ke final. Ketika undian koin itu selesai, saya langsung naik ke tangga untuk merayakannya. Stadion masih penuh, sekitar 70.000 penonton masih menunggu untuk mendengarkan hasilnya. Selebrasi saya ketika itu adalah untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Italia adalah pemenangnya," kenang Giacinto Facchetti.
Piala Eropa 1988
Italia 0-2 Uni Soviet di Stuttgart, Jerman
Pada tahun ini, Italia banyak diperkuat oleh pemain muda, diantaranya, Paolo Maldini, Gianluca Vialli, Roberto Mancini. Akan tetapi, tim yang diasuh pelatih Azeglio Vicini tersebut mampu lolos ke babak empat besar setelah mampu tampil sebagai runner-up Grup A, dibawah tuan rumah Jerman. Akan tetapi, impian mereka mengulang prestasi 20 silam gagal, karena dihempaskan Uni Soviet 2-0 di semifinal.
"(Semifinal itu) rasanya seperti mimpi bagi saya, karena saya tidak banyak bermain bagi timnas Italia sebelumnya. Saya hanya bermain sebanyak tiga kali sebelum berangkat Jerman. Kami memiliki tim yang sangat muda dan sangat fantastis bisa mencapai tempat ketiga. Turnamen itu bukan hanya mimpi, tetapi juga pengalaman berharga, yang mengajarkan saya banyak hal di masa depan. Ini adalah pengalaman yang indah bagi kami pemain muda," kata Paolo Maldini.
Piala Eropa 2000
Italia 3-1 Belanda (adu penalti) di Amsterdam, Belanda
Italia kembali bertemu dengan tuan rumah dalam babak semifinal tahun ini. Adalah Belanda yang menjadi calon lawan berat Francesco Totti dan kawan-kawan. Dukungan puluhan ribu "De Oranje" yang menyihir stadion Amsterdam Arena membuat penggawa Italia tertekan. Akan tetapi, sang tamu mampu menahan tuan rumah hingga 90 menit waktu normal.
Tak berubah hingga babak perpanjangan waktu, laga kemudian dilanjutkan lewat adu penalti. Beruntung, kecermelangan Francesco Toldo di bawah mistar, mampu mengubur mimpi Belanda untuk berjaya di kandangnya sendiri. Italia menang 3-1 dan melanjut ke final. Sayang, lagi-lagi Perancis membuyarkan harapan Italia untuk meraih kesuksesannya di Eropa lewat gol emas David Trezeguet.
"Bagi seorang fans, Anda harus memberi ranking pertandingan ini di peringkat paling atas. Bagi saya, laga ini sangat bagus dan emosional sekali. Ini adalah pertandingan besar, ketika melihat hampir seluruh stadion berwarna oranye dengan hanya bagian kecil berwarna biru dari fans Italia. Sangat sulit dipercaya, bagaimana pertandingan itu berlangsung,"
"Kami kehilangan satu pemain kami setelah menit ke-20, jadi kami bermain dengan 10 orang. Tetapi, kami mampu menciptakan peluang, khususnya di dua serangan balik yang diciptakan oleh (Alessandro) Del Piero, yang seharusnya dapat menjadi gol. Dan ini adalah penampilan terbaik Italia dalam turnamen Piala Eropa, karena kami tampil buruk dalam Euro 1996 dan Piala Dunia 1998. Dengan pertandingan itu akhirnya membuat para fans kami lebih dekat dengan timnas lagi," sebut Francesco Toldo.
0 Response to "Memori "Gli Azzurri" di Semifinal Piala Eropa"
Posting Komentar